"Semua lintasan kami ditutup sejak 24 Januari 2019 hingga kondisi cuaca mereda," kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, Burhan Zahim, seperti yang dikutip dari Antara pada Sabtu (26/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lintasan akan kami buka kembali setelah kami mendapat rekomendasi dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat," kata Burhan.
"BMKG memprediksi dan memberikan peringatan dini untuk waspada terhadap potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan NTT mulai Rabu(23/1) pukul 20.00 WITA hingga Kamis(24/1) pukul 20.00 WITA," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo.
Ia menyatakan, gelombang setinggi tujuh meter berpotensi terjadi di perairan laut Sawu, perairan laut Selatan Pulau Sumba, Samudera Hindia Selatan NTT, perairan Selatan Kupang, laut Timor Selatan NTT dan Pulau Rote.
Sementara potensi gelombang setinggi enam meter terjadi di perairan Utara Flores dan Selat Sumba.
Selain itu, potensi gelombang setinggi lima meter juga berpotensi terjadi di perairan Selat Sape.
Potensi gelombang setinggi dua sampai empat meter berpotensi juga terjadi di Selat Ombai, Selat Wetar, Selat Flores, Selat Lakakera, Selat Boling dan Selat Alor.
(ard)