Jokowi menyebut Indonesia dianugerahi perbedaan mulai dari agama, suku, adat, serta bahasa. "Marilah kita menjaga nilai-nilai toleransi, saling menghargai, saling menghormati antar suku yang ada, di antara perbedaan agama yang kita miliki," kata Jokowi.
Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Mantan wali kota Solo itu menyebut penduduk Indonesia majemuk, yang berbeda suku, agama, adat, tradisi, hingga bahasa daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mampu menghargai mampu menghormati saudara kita yang lain, yang berbeda agama berbeda suku, berbeda adat, berbeda tradisi, berbeda bahasa daerah," ujarnya.
"Jangan seperti itu, jangan saling mencela. Kita ini adalah saudara sebangsa dan setanah air. Sudah sunatullah, sudah menjadi hukum Allah bahwa kita semua berbeda-beda," kata dia.
Jokowi mengajak seluruh masyarakat, khususnya ibu-ibu Muslimat NU untuk bersama-sama menjaga dan merawat persatuan, persaudaraan, serta kerukunan di Indonesia."Jangan sampai karena perbedaan yang tadi saya sebutkan kita menjadi tidak seperti saudara," tuturnya.
Tak ketinggalan, pria yang juga calon presiden nomor 01 itu mengucapkan selamat hari lahir kepada Muslimat NU yang ke-73. Jokowi berharap Muslimat NU tambah jaya dan selalu diberikan barokah.
"Saya ucapkan Selamat harlah Muslimat NU yang ke-73. Semoga Muslimat NU tambah jaya selalu diberikan barokah, dan Indonesia menjadi negara makmur dan sejahtera," kata dia. (fra/agt)