Jokowi Ingin Islam Moderat Terus Digaungkan di Indonesia

CNN Indonesia | Minggu, 27/01/2019 12:18 WIB
Presiden Jokowi dalam peringatan Harlah Muslimat NU ke-73 menginginkan Islam moderat terus digaungkan. Ia juga ingin sikap toleransi antar masyarakat dijaga. Presiden Jokowi saat menghadiri peringatan Harlah Muslimat NU ke-73 di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (27/1). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin Islam moderat terus digaungkan di Indonesia. Jokowi meminta masyarakat juga menjaga nilai toleransi dan saling menghargai serta menghormati perbedaan yang ada di antara masyarakat Indonesia.

"Kita ingin Islam moderat, moderasi Islam, terus digaungkan," kata Jokowi usai acara peringatan Hari Lahir ke-73 Muslimat NU, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (27/1).

"Saya kira tadi sudah disampaikan oleh Ketua Umum, Ibu Khofifah Indar Parawansa bahwa Islam yang Aswaja yang penuh toleransi, penuh dengan moderasi, yang saling menghargai, saling menghormati, itulah semangat yang disampaikan oleh Muslimat NU," ujar Jokowi menambahkan.


Jokowi mengapresiasi deklarasi anti-hoaks yang disampaikan Muslimat NU. Ia berharap organisasi kemasyarakatan lainnya juga menyatakan anti-hoaks. Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya memerangi hoaks yang terus menyebar di tengah masyarakat.


"Saya kira ini sebuah perlawanan banyaknya hoaks yang ada di media sosial. Saya kira ini sebuah gerakan masyarakat, sebuah pergerakan yang sangat bagus untuk negara kita," kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa pihaknya memang telah menyiapkan deklarasi anti-hoaks, anti-fitnah, dan anti-ghibah dalam peringatan Harlah ke-73 Muslimat NU.

Menurut Khofifah, penyebar hoaks serta ujaran kebencian dapat dijerat dengan UU ITE, sementara fitnah dan ghibah mendapat sanksi bersifat spiritual.

Khofifah menyatakan dengan deklarasi anti-hoaks ini pihaknya berharap seluruh masyarakat membangun diri secara produktif serta menggunakan pola pikir konstruktif dan positif.

"Saya rasa itu akan menjadi bagian dari pondasi untuk menjadi bangsa yang besar kokoh kuat dan berkemajuan," kata dia.


Sebelumnya, Jokowi saat berkunjung ke Pondok Pesantren Bayt Al Quran mengaku berdiskusi tentang Islam moderat dengan Quraish Shihab. Diskusi dalam pertemuan tertutup berlangsung selama sekitar 30 menit.

"Banyak tadi yang kami perbincangkan, tetapi intinya tadi mengenai moderasi Islam, Islam yang moderat. Itu yang kira-kira kami perbincangkan," kata Jokowi di Pondok Pesantren (Ponpes) Bayt Alquran, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (25/1).

Jokowi mengatakan banyak yang disampaikan oleh Quraish tentang hal yang harus dilakukan negara terkait Islam Moderat. Calon wakil presiden nomor 01 itu menyebut sudah mencatat masukan dari ayah Najwa Shihab itu.

"Beliau menyampaikan apa-apa yang harus negara lakukan dalam rangka tadi yang saya sampaikan," ujarnya.

(fra/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK