"Hanya ada tiga kemungkinan politik otak politik culas menghalalkan segala cara di kubu TKN Jokowi termasuk Indonesia Barokah: Hasto [Kristiyanto] Sekjen PDIP, Ali Ngabalin, Anak muda PSI," tutur Andi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Minggu (27/1).
Dia juga mengunggah pernyataan itu melalui akun Twitternya @AndiArief_ pada hari yang sama. Meski demikian, Andi tidak menyebut ketiganya telah menerbitkan dan mengedarkan Indonesia Barokah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan saya keliru," kata Andi.
"Mudah-mudahan bukan Hasto Sekjen PDIP aktor intelektual Indonesia Barokah," lanjutnya.
Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah melaporkan Indonesia Barokah ke kepolisian. Mereka menganggap tabloid tersebut sangat menyudutkan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi.
Seorang pengurus masjid di Surabaya menunjukkan Tabloid Indonesia Barokah yang diterima melalui paket. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono) |
Sejauh ini, Dewan Pers sudah melakukan investigasi terhadap alamat yang tercantum. Namun, hasilnya nihil. Alamat tersebut diduga fiktif karena tim Dewan Pers yang terjun ke lokasi tidak menemukan kantor redaksi.
Perihal isi, Dewan Pers juga menyebut Tabloid Indonesia Barokah memuat tulisan-tulisan yang bersifat opini dan menghakimi salah satu paslon. Konten yang dimuat juga bukan hasil peliputan, melainkan mengambil sejumlah berita yang sudah tayang sebelumnya di media lain.
Sementara itu, Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Aria Bima menyatakan peredaran Tabloid Indonesia Barokah bukan berasal dari kubunya. Dia menegaskan kampanye dengan menyebarkan selebaran atau tabloid bukan cara mereka.
"Ini bukan cara TKN. Walaupun kadang kontennya kami setuju, tapi ini bukan cara-cara yang kami pakai," kata Aria di Hotel Puri Denpasar Bali, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1).
Sedangkan Hasto, Ngabalin, dan PSI belum memberikan tanggapan atas tudingan ini.
