Proses evakuasi sempat mengalami kendala lantaran tinggi gelombang di sekitar lokasi mencapai 3 meter. Meski dihantam ombak tinggi disertai hujan deras, petugas berhasil mengevakuasi seluruh nelayan.
Kepala Kantor Basarnas Ternate, M. Arafah menuturkan, kecelakaan kapal bernama POF XVIII tersebut pertama kali diketahui melalui anggota Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI), Nahrawi. Sekira pukul 10.50 WIT, Nahrawi menerima pesan darurat dari kapal ikan Purse Seine itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kurang lebih setengah jam kemudian seluruh kru berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Perikanan Loloda di Desa Ruba-ruba. Dan ternyata jumlah krunya hanya 23 orang," ungkap Fahari.
Para kru yang semuanya selamat adalah Robert Runtu, Romy Salilo, Jon Lenon Thomas, Musirin, Romy Almacin, Roy Medea, Jouger Julius JM, dan Sofyan Abdulrachman.
Lalu ada Yeheskiel Rusdi Tess, Muhamad Alim Aribalu, Sesmin Aling, Tasri Wiranto Lahinda, Iwan Kantu, Alex Franklin Padang, Altin Tanod, dan Alex Angkumona. Selanjutnya ada Rifandi Idris Tadete, Markus Marinding, Edward Lapaehe, Julianto Bawuno, Frangky Lape, Oldi A. Kotambunan, dan Abdal Aziz.
"Dalam proses evakuasi kendalanya ya cuma hujan lebat dan tinggi gelombang yang berkisar 1,5 sampai 3 meter. Tapi syukurlah semuanya selamat," pungkas Arafah (shl/osc)