"PKS akan me-launching kembali janji politik selanjutnya. Tunggu saja tanggal mainnya," kata Sohibul Iman dalam keterngan tertulisnya, Minggu (27/1).
Sohibul menyatakan janji-janji politik pihaknya adalah bentuk keseriusan PKS dalam menyerap aspirasi rakyat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Sohibul memohon dukungan dari masyarakat agar PKS bisa terus memperjuangkan kepentingan rakyat di parlemen dan pemerintahan lewat Pemilu 2019 mendatang.
"Saya rasa ide itu sangat prematur, tanpa ada dasar justifikasi yang ilmiah. Ya [asal sebut] dan spontan saja. Saya mendengar itu karena alasan ekonomi dan tidak mau ribet," ucap Jusri.
Soal penghapusan pajak sepeda motor, Ekonom Insitute For Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menyatakan itu potensial membuat belanja pemerintah daerah tidak optimal. Sebab, pajak sepeda motor menyumbang angka signifikan.
Sementara, terkait RUU Perlindungan Ulama sejumlah warganet mempertanyakan prinsip kesamaan semua warga negara di depan hukum. Selain itu, perlindungan ulama dari kriminalisasi yang dikeluhkan PKS sudah tercantum dalam KUHP dan perundangan lainnya.
(arh/sur)