Hal itu berdasarkan hasil pengamatan BPPTKG pada periode pukul 00.00-06.00 WIB.
"Berdasarkan data seismik, jumlah guguran 5 kali dengan durasi 14-37 detik," kicau BPPTKG melalui akun Twitter resminya, Senin (28/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Gunung Merapi Alami Gempa Guguran Tiga Kali |
Namun demikian, cuaca di Gunung Merapi pada Senin (28/1) pagi terpantau cerah dengan suhu udara 21 derajat celsius, kelembaban udara 74 persen RH, tekanan udara 915,8 Hpa, dan kecepatan angin 7,2 km per Km ke arah barat.
[Gambas:Twitter]
Saat ini kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah, rata-rata kurang dari 20.000 meter kubik per hari.
BPPTKG juga melaporkan pada periode 18-24 Januari 2019 di gunung teraktif di Indonesia itu tercatat 3 kali gempa hembusan, 1 kali gempa vulkanik dangkal, 223 kali gempa guguran, 2 kali gempa frekuensi rendah, 7 kali gempa tektonik.
Mengacu pada data aktivitas vulkanik Merapi, hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada.
Lembaga tersebut merekomendasikan untuk mengosongkan area dengan radius 3 Km dari puncak Merapi.
"Masyarakat, khususnya yang berada di Kawasan Bencana III, diimbau tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa serta selalu mengikuti informasi aktivitas Merapi," tulis BPPTKG.
(arh/sur)