PDIP Singgung Jebakan Politik di Balik Isu Masjid Jogokariyan

CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 17:33 WIB
PDIP Singgung Jebakan Politik di Balik Isu Masjid Jogokariyan PDIP membantah kabar kader partai melakukan penyerangan hingga terjadi bentrokan dengan pemuda di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, beberapa hari lalu. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jendral PDI Perjuangan Hasto Kristianto membantah kabar kader PDIP melakukan penyerangan hingga terjadi bentrokan dengan pemuda di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta beberapa hari lalu.

"Kami tak pernah [melakukan penyerangan], kami diajari sopan santun," kata Hasto saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (29/1).

Hasto menyatakan kejadian tersebut merupakan bentuk jebakan politik untuk PDIP. Hal itu, kata dia, bertujuan untuk mendiskreditkan PDIP sebagai parpol yang tak dekat dengan umat Islam karena menyerang masjid.


"Apalagi ketika muncul jebakan-jebakan kaya kemarin di Jogja, itu kan political trapping ya, kita dianggap menyerang masjid," kata dia

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat turut menegaskan kader partainya tak terlibat dalam penyerangan tersebut.

"Sama sekali tidak benar kalau diberitakan PDIP itu katanya serang masjid. Itu tidak," kata Djarot.

Djarot pun membantah acara 'Deklarasi Jogja Dukung Jokowi' di Kompleks Stadion Mandala Krida, Minggu (27/1) merupakan acara PDIP, melainkan acara relawan.

Acara deklarasi tersebut sebelumnya diduga sebagai pencetus awal penyerangan terhadap Masjid Jogokaryan usai massa membubarkan diri.

"Jadi di Yogya bukan acara partai tapi relawan. Tapi yang iring-irintan bukan kader partai tapi simpatisan. Bentrokannya bukan di depan masjid tapi di pertigaan," ungkapnya

Djarot meminta para kader dapat melaporkan akun-akun di media sosial yang menyebarkan kabar bohong (hoaks) soal tuduhan PDIP menjadi inisiator penyerangan tersebut.

Hal itu bertujuan untuk menurunkan tensi politik yang mulai meningkat akibat kampanye Pilpres 2019.

"Inilah yang harus kita perangi. Ini eskalasinya naik, maka kita turunkan. Dan yang di sana dilakuakan oleh simpatisan yang katanya mengatakan PPP," ungkapnya

Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebut kelompok massa yang membawa atribut PDIP terlibat bentrok dengan pemuda Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Minggu (27/1).

Kericuhan itu terjadi setelah massa mengikuti acara Deklarasi Jogja Dukung Jokowi di Stadion Mandala Krida pada Minggu (27/1). Kerusuhan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di luar Masjid Jogokariyan, Jalan DI Panjaitan Mantrijeron, Yogyakarta.

Polda DIY menyatakan mereka yang terlibat bentrok kebanyakan masih berusia remaja. Polisi juga menerima laporan terkait perusakan dan penganiayaan dalam kejadian tersebut.
(rzr/gil)