"Menurut saya ini intervensi istana," kata Andi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (30/1).
Andi mengatakan bahwa Rocky memainkan peran penting dalam kontestasi Pilpres 2019 di kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hingga membuat pemerintah gusar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nassidik menganggap wajar jika kepolisian memanggil Rocky untuk diperiksa. Menurutnya, mau tidak mau polisi memang harus menindaklanjuti aduan yang masuk.
Meski begitu, Rachland yakin polisi juga memahami bahwa mereka tengah disorot oleh publik. Terutama profesionalitas dan integritasnya di tahun politik.
"Mata publik ini mewakili tuntutan keadilan orang banyak yang belakangan ini disuarakan secara kritis oleh Rocky," jaya Rachland.
"Jadi kita lihat saja kemana dialektika antara hukum dan rasa keadilan ini akan bermuara dalam upaya pemidanaan Rocky oleh Kubu Jokowi," kata Rachland.
Pihak Istana sendiri belum memberi tanggapan terhadap tudingan Andi Arief ini.
Diketahui, Polda Metro Jaya akan memeriksa Rocky Gerung pada hari Kamis (31/1). Rocky diperiksa atas kasus ucapannya di stasiun televisi swasta yang menyebut kitab suci sebagai fiksi pada April 2018 lalu.
"Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi , maka kitab suci adalah fiksi," ucap Rocky kala itu.
Pihak pelapor adalah Jack Boyd Lapian. Dia keberatan dengan ucapan Rocky. Laporan diterima oleh kepolisian dengan nomor LP/2001/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 11 April 2018.