"Panelis debat kedua ada delapan, berasal dari akademisi dan LSM (lembaga swadaya masyarakat). Akademisi enam orang, yakni dua rektor dari ITS dan IPB dan empat orang akademisi dari Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada (UGM), ITB, Universitas Diponegoro (Undip)," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (31/1).
Wahyu menjelaskan mereka dipilih karena memiliki keahlian di bidang yang sesuai dengan tema debat, yaitu energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertanyaan akan dirahasiakan dari publik dan dua kandidat. Kedua kandidat nanti akan menerima pertanyaan secara acak.
"Di segmen keempat bukan bentuk pertanyaan, akan kita putar film pendek nanti. Nanti kami persilakan kedua kandidat menilai bagaimana solusinya," kata Ketua KPU Arief Budiman.
Delapan nama yang ditunjuk KPU sebagai panelis debat capres kedua Pilpres 2019, yakni: Prof Ir Joni Hermana (Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Arif Satria (Rektor Institus Pertanian Bogor), Nur Hidayati (Direktur Eksekutif Walhi), dan Irwandy Arif (Guru Besar ITB, ahli pertambangan).
Kemudian, Ahmad Agustiawan (ahli energi Universitas Gadjah Mada), Sudharto P Hadi (ahli lingkungan Undip).
Sedangkan dua nama panelis lainnya yakni akademisi dari Universitas Airlangga, dan Konsorsium Pengembangan Agraria (KPA). Kedua lembaga itu belum menkonfirmasi nama.