Menurut Karding pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak memiliki narasi menarik untuk menggaet simpati masyarakat selama masa kampanye Pilpres 2019.
Hal itu ia katakan untuk merespon hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA beberapa waktu lalu yang menyatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf ungguli jauh Prabowo-Sandiaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama model kampanye dan narasi yang dibangun seperi itu-itu saja, maka tidak akan banyak perubahan," kata Karding saat dihubungi, Jumat (1/2).
Sedangkan survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) pada 8-14 Januari 2019, menunjukkan tingkat elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf berada pada 45,90 persen, dan Prabowo-Sandiaga 41,80 persen.
Lebih lanjut, politikus PKB itu menilai stagnannya elektabilitas Prabowo-Sandiaga karena masyarakat sudah tahu betul watak kepemimpinan pasangan tersebut.
"Masyarakat sudah memahami siapa mereka sesungguhnya," ujarnya.
Selain itu, Karding berpendapat hasil survei LSI yang menyebut Jokowi-Ma'ruf selalu unggul dari Prabowo-Sandiaga. Sebab, ia menyatakan Jokowi-Ma'ruf lebih berkomitmen kepada masyarakat ketimbang Prabowo-Sandiaga.
"(Prabowo) berbeda dengan Pak jokowi yang menperlihatkan bukti dan komitmen yang kuat untuk membangun dan memperbaiki Indonesia," ujar Karding.
Sementara, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan terlalu terburu-buru bila menilai peningkatan elektabilitas kedua pasangan calon hanya dari debat pertama.
Sebab, kata dia, debat capres cawapres perdana lalu tidak cukup memuaskan masyarakat, terutama yang belum menentukan pilihan (undecided voter).
"Kalau ukurannya debat saya kira terlampau buru-buru ya, apalagi debat pertama ini dilihat agak sedikit hambar, normatif dan kurang greget," jelas Adi.
Namun, Adi mengamini jika Jokowi lebih unggul di debat perdana. Kata Adi, Jokowi lebih baik ketimbang Prabowo. dari aspek penguasaan materi dan persoalan faktual.
"Prabowo ingin tampil manis tapi tidak tahu apa-apa. Banyak out off context jawabannya. Pak Prabowo kemarin hanya ingin terlihat manis, tidak kelihatan sangar," ujar Adi.
Disisi lain, Adi menilai Prabowo tidak menampilkan kepribadiannya sesungguhnya yang 'berapi-api' dan kerap memunculkan ekspresi emosi selama debat perdana.
Ia menilai Prabowo justru menampilkan citra ketenangan yang sejatinya tidak pernah dilakukan selama ini.
"Keliatan sekali dia terlalu menahan diri banget. Ketika moderator bilang tidak boleh nanggapin. Keliatan banget dia joget-joget. Itu ekspresi kemarahan yang terpendam sebetulnya," kata Adi.