Ia menyebut setidaknya ada 1.078 kejadian bencana yang tercatat sepanjang 2018. Dari jumlah tersebut, 951 di antaranya merupakan peristiwa kebakaran dan bencana akibat cuaca ekstrem.
"Kebakaran 692 kejadian dan cuaca ekstrem 259, itu baru yang dilaporkan ke kami, jumlahnya mungkin lebih dari itu," kata Jupan saat dihubungi wartawan, Jumat (1/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Banjir di Beberapa Titik Jakarta Mulai Surut |
Peristiwa kebakaran sepanjang 2018 telah merenggut 25 korban jiwa, kemudian luka berat sebanyak 23 orang, dan luka ringan 159 orang. Kemudian untuk jumlah pengungsi tercatat sebanyak 6.348 orang.
Terkait penyebab kebakaran, menurut Jupan sebagian besar dikarenakan konsleting listrik. Selain itu, sambungnya, kebakaran juga lebih banyak terjadi pada musim kemarau atau pada pertengahan tahun.
Sementara itu, untuk bencana akibat cuaca ekstrem, kata Jupan, lebih banyak terjadi pada awal dan akhir tahun.
Dari data BPBD DKI Jakarta, bencana yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem tercatat sebanyak 269 kejadian. Rinciannya, 249 kejadian pohon tumbang, 10 peristiwa angin kencang, dan 10 persitiwa longsor.
Sedangkan bencana akibat angin kencang tercatat merusak 55 sarana dan prasarana serta kerugian ditaksir sebesar Rp130 juta.
Kemudian untuk tanah longsor tercatat menyebabkan enam rumah rusak berat dan lima rusak ringan dengan jumlah warga terdampak sebanyak 52 jiwa.
Lebih dari itu, Jupan memprediksi bencana akibat cuaca ektrem akan terus terjadi sepanjang 2019. Apalagi, lanjutnya, anomali cuaca diperkirakan masih akan terus terjadi.
"Tahun ini diprediksi masih ada anomali cuaca," ucap Jupan. (dis/fea)