Menurut Karding, kiai sekelas Maimoen atau karib disapa Mbah Moen, tak akan memberi dukungan kepada Prabowo di saat duduk berdampingan dengan Presiden Joko Widodo.
"Saya kira logikanya orang sekaliber Mbah Maimoen tak akan mungkin memberikan dukungan langsung ke Pak Prabowo di samping Pak Jokowi. Jadi saya kira nalar kita, kita pakai," kata Karding melalui pesan suara, Sabtu (2/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan sesungguhnya beliau [Mbah Moen] ingin mengatakan bahwa secara simbolik, saya Mbah Maimoen mendukung Pak Jokowi dua periode," ujarnya.
"Bahwa ada doa yang beredar menyebut Pak Prabowo bisa jadi itu framing, yang menurut saya framing terlalu berlebihan dan malu-maluin," ujarnya.
Karenanya, Karding meminta agar kubu pasangan calon nomor urut 02 berkampanye dengan hal yang lebih substantif dan tidak mengangkat isu yang remeh temeh.
"Sehingga untuk menang, tidak perlu dengan cara-cara ini lah, menang aja dengan kerja, prestasi, kampanye lebih baik lagi. Jangan yang remeh temeh, yang berselancar di atas hal-hal yang tak penting," kata dia.
Di media sosial, video rekaman doa Mbah Moen telah banyak beredar dengan beragam versi dan durasi. Dalam versi video yang lebih panjang, Mbah Moen terlihat dihampiri oleh Ketua Umum PPP Romarhumuziy usai memanjatkan doa.
"Jadi kalau saya luput (salah) sudah tua, saya umur 90 lebih," tutur Mbah Moen.
"Jadi dengan ini saya pribadi, siapa yang ada di samping saya, enggak ada kecuali Pak Jokowi," Mbah Moen menambahkan.
Presiden Jokowi yang duduk di samping Mbah Moen terlihat mengangguk mendengar klarifikasi itu. (swo/wis)