Ungkapan calon presiden pertahana itu disampaikan saat menghadiri deklarasi dukungan sejumlah alumni perguruan tinggi Jawa Timur yang tergabung dalam Forum Alumni Jatim #01, di Tugu Pahlawan Surabaya, Sabtu (2/2) kemarin.
Hasto mengatakan Jokowi menyampaikan ungkapan itu karena kubu pasangan capres-cawapres nomor urut 01 mengetahui bahwa Prabowo didukung oleh konsultan asing sejak kontestasi politik 2009 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, Hasto enggan menyebut secara jelas konsultan asing mana yang mendukung capres dari kubu oposisi itu. Meski begitu, ia menilai seharusnya karakter calon pemimpin bangsa bisa lebih mencerminkan kepribadian bangsa dan negara, sehingga tidak perlu menggunakan konsultan asing.
Sementara, kata Hasto, karakter pemimpin yang lebih mencerminkan kepribadian bangsa ada di sosok mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Kami melihat originalitas kepemimpinan Pak Jokowi percaya pada kekuatan sendiri. Pak Jokowi mengingatkan bahwa mari kita berdemokrasi dengan cara-cara Indonesia," ujar dia.
Sebelumnya, ketika menemui Forum Alumni Jatim #01, Jokowi meminta para kaum intelektual jebolan kampus-kampus di Jawa Timur untuk membantunya membersihkan fitnah dan hoaks. Tujuannya, agar perpolitikan di Indonesia bisa lebih beretika dan mengedukasi masyarakat.
Ia kemudian menyinggung ungkapan 'Propaganda Rusia' yang disebutnya sengaja diluncurkan pihak tertentu ke masyarakat jelang kontestan politik.
"Masalahnya adalah, ada tim sukses yang menyiapkan sebuah propaganda, yang namanya propaganda Rusia, yang setiap saat selalu mengeluarkan semburan fitnah, semburan dusta, semburan hoaks, ini yang harus segera diluruskan oleh bapak ibu sekalian sebagai intelektual," kata mantan Wali Kota Solo itu.