Hal itu Agum katakan untuk merespons banyaknya sikap masyarakat Indonesia yang tak menyukai pemerintahan Jokowi selama empat tahun terakhir.
"Kalau memang tidak suka pemerintah Jokowi itu enggak masalah, tetapi jangan ketidaksukaan kepada pemerintah ini kemudian disalurkan dengan mendukung gerakan radikal. Itu kesalahan besar, itu kesalahan besar," kata Agum di kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Selasa (5/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan potensi ancaman itu bisa berasal dari pemikiran kelompok komunis, khilafah atau liberal yang masih merongrong kedaulatan Indonesia.
"Kalau memang tidak suka pemerintah ada arenanya, kapan? 17 April nanti," kata dia.
Agum memandang, Jokowi layak untuk memimpin kembali Indonesia selama dua periode. Ia menilai Jokowi merupakan sosok yang sederhana, merakyat dan bisa menjadi pelayan bagi masyarakat.
"Setelah 4 tahun menjadi presiden, Jokowi tidak ada perubahan. Dia tetap seperti itu. Biasanya seorang jadi pemimpin mengubah sikap sifat tabiat orang kalau ini saya rasa pak Jokowi tetap seperti itu. Ini yang memuat saya sayang," kata Agum.
[Gambas:Video CNN] (rzr/dal)