"Saya kira ndak, saya tidak pernah melihat orang-orang asing ada dalam pertemuan atau pembicaraan terbatas. Saya juga tidak pernah mendengarkan ada itu (konsultan asing)," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Rabu (6/2).
Kendati demikian, politikus Partai Golkar itu juga mengaku tak mengetahui tudingan Jokowi yang menyebut ada pihak yang menggunakan konsultan asing dalam pilpres 2019. Tudingan sebelumnya mengarah ke pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saling tuding penggunaan konsultan asing menjadi perang tersendiri antara dua kubu paslon pilpres. Capres Petahana Jokowi mulanya mengungkap isu konsultan politik asing saat berpidato di depan relawan di Karanganyar, Jawa Tengah pada Minggu (3/2).
Selanjutnya, Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengklaim jadi saksi Prabowo yang sudah menggunakan komsultan politik asing sejak Pemilu 2009.
"Sejak 2009 yang lalu, kami tahu Pak Prabowo itu didukung oleh konsultan asing. Kami jadi saksi mata dan hal tersebut adalah persoalan di mana kami membangun martabat dalam memenangkan itu," kata Hasto usai deklarasi alumni Kolese Kanisius kepada Jokowi di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/2).
Menjawab tudingan Hasto, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso mengingatkan Hasto Kristiyanto bahwa Prabowo Subianto berduet dengan Megawati Soekarnoputri pada Pemilu 2009.
"Di 2009 kan kalau tidak salah Pak Prabowo duet sama anu ya, sama Bu Mega. Coba Pak Hasto jelasin saja," kata Priyo di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (6/2).
Priyo mengatakan dirinya tak memiliki kapasitas untuk menjawab hal tersebut karena tak menjadi tim sukses Mega-Prabowo. Sementara Hasto, ucapnya, lebih paham karena masuk dalam tim sukses. Namun Priyo bisa memastikan dalam Pemilu 2019 Prabowo tidak bekerja sama dengan konsultan politik asing.
"Pak Prabowo sekarang tidak ada menggunakan konsultan asing. Kalau 2009 saya tidak tahu ya, Pak Hasto mungkin tahu sebagai Sekjen PDIP," ucapnya.