"Bahwa yang namanya semburan fitnah hoaks ini harus diluruskan agar perpecahan, gesekan atau menuju ke sebuah gesekan, menuju sebuah perpecahan bisa kita hindari," kata Jokowi kepada kiai dan habib, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (7/2).
Jokowi menjelaskan beberapa fitnah dan hoaks yang menerpa dirinya antara lain soal keterkaitan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan kriminalisasi terhadap ulama. Mantan wali kota Solo itu mengaku sudah berulang kali membantah soal PKI
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengenai kriminalisasi ulama dan antiIslam. Bagaimana itu? Tadi sudah disampaikan ketua MUI. Yang tandatangan Hari Santri itu siapa? Ini bukan Riya. Saya hanya ingin ingatkan yang tanda tangan Hari Santri siapa," ujar Jokowi.
Jokowi menyadari berita fitnah dan kabar hoaks makin marak saat pemilihan umum berlangsung, seperti pemilihan bupati/wali kota, pemilihan gubernur hingga pemilihan presiden. Menurut dia, ketika pesta demokrasi lima tahunan masyarakat jangan dipanaskan dengan berita fitnah dan hoaks.
"Kalau ada pilihan pilihan seperti ini gampang. Mudah. Silakan berbeda pilihan enggak apa-apa. Tapi jangan ngomporin, manas-manasin fitnah yang menyesatkan," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (fra/ugo/ugo)