Hal ini disampaikan Ferry menanggapi pernyataan Jokowi yang mengatakan ada penurunan elektabilitas di Jawa Tengah dari 67 persen menjadi 65 persen. Jokowi mengatakan itu saat bertemu Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah (PPJT), di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (2/2) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah tersebut sesuai dengan prioritas mereka sejak awal yaitu kemenangan untuk Prabowo-Sandi di Jateng. Bahkan, sambungnya, salah satu alasan BPN menggelar rapat konsolidasi pemenangan di Solo hari ini adalah untuk memantapkan langkah-langkah kemenangan Prabowo-Sandi di Jawa Tengah.
"Mudah-mudahan satu bulanan ini kita bisa melampaui perolehan suara Jokowi-Ma'aruf Amin," tutur Ferry
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan pernyataan calon presiden petahana soal penurunan elektabilitas memang sengaja diungkapkan ke hadapan publik sebagai strategi untuk menggenjot militansi dukungan di salah satu basis kekuatan pasangan capres-cawapres tersebut.
Menurut dia, Jokowi sengaja membeberkan data tersebut agar dukungan masyarakat tetap mengalir dan bisa membuat target elektabilitas mencapai 80 persen di Jawa Tengah bisa dikantongi kubu Jokowi-Ma'ruf. (scn/wis)