Hal ini dikatakannya di depan seribu purnawirawan TNI-Polri dalam acara silaturahmi bersama Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (10/2).
"Jadi kalau dibilang, misalnya, dibilang kriminalisasi ulama, darimana? Sejak saya kenal 12 tahun lalu, dia [Jokowi] tukang sembahyang, tukang puasa. Yang sebelah sana kita belum jelas juga," tutur Luhut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia kemudian menyinggung soal tuduhan Jokowi pemimpin yang otoriter. Dia membantah hal itu.
Luhut pun tidak memaksa para purnawirawan yang merupakan kawan-kawan seperjuangannya dulu agar memilih Jokowi. Ia hanya mengajak seraya mengatakan bahwa Jokowi adalah sosok yang mampu membangun Indonesia ke arah yang lebih baik
"Sekali lagi Dari lubuk hari saya terdalam, Anda mau pilih siapa saja, itu terserah. Tapi kalau mau masa depan Indonesia yang bagus pilihlah pak Jokowi. Hemat saya itu akan bagus bagi Indonesia," kata Luhut.
Sejumlah nama populer turut hadir. Misalnya, Jenderal TNI Purn Fachrul Razi, Letjen TNI Purn Suaidi Marasabessy, Jenderal TNI Purn Subagyo HS dan Laksamana TNI purn Bernard Kent Sondakh.
Selain itu, hadir juga Laksamana Madya TNI Purn Freddy Numberi dan Marsekal TNI Agus Supriyatna.
Sementara, dari Polri diwakili oleh tiga mantan Kepala Polri. Masing-masing yakni Jenderal Pol Purn Roesmanhadi, Jenderal Pol purn Da'i Bachtiar dan Jenderal Pol purn Bimantoro.
[Gambas:Video CNN] (bmw/arh)