Hasil tes DNA itu diperlukan guna memastikan apakah pelaku bom bunuh diri benar merupakan warga negara Indonesia (WNI) seperti dinyatakan oleh Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano. Namun sejauh ini hasil tes DNA belum keluar.
"Belum (ada hasil tes DNA), tim masih di sana," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (11/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi menyampaikan jika nantinya DNA pelaku sudah ditemukan, langkah selanjutnya yang mesti dilakukan adalah mencari DNA pembanding.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah mengirimkan tim ke Filipina untuk mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di gereja Katedral di Jolo yang diduga merupakan warga negara Indonesia.
Tim itu dikirim sebagai tindak lanjut atas pernyataan Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano, pada pekan lalu yang menyatakan pelaku serangan bom bunuh diri yang menewaskan 21 orang pada Minggu (27/1) lalu berasal dari Indonesia.
"Dari Polri ada tiga orang (yang dikirim ke Filipina). Intinya, Indonesia ingin membantu mengungkap walaupun sampai saat ini belum ada fakta yang membenarkan bahwa itu (pelaku bom bunuh diri) benar WNI," kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal, Rabu (6/2).
Sementara Menlu RI, Retno Marsudi, menyebut pihaknya masih menunggu hasil identifikasi dari pihak berwenang di Filipina. Sampai akhir pekan lalu, aparat keamanan Filipina belum bisa mengonfirmasi hasil identifikasi pelaku bom tersebut. (dis/osc)