Emil mengaku terakhir kali bertemu dengan Ma'ruf sekitar dua bulan lalu dalam sebuah acara.
"Saya kebetulan ada kedinasan di Jakarta, tapi sebelum pulang, rindu (dulu), udah lama tidak bertemu. Jadi saya ke sini minta doa," ujar Emil di kediaman Maruf, Jakarta, Selasa (12/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Emil juga menegaskan pertemuan dengan Ma'ruf tidak membawa institusi. Ia mengaku kehadirannya mengatasnamakan pribadi.
"Saya sebagai individu saja. Nggak ada urusan (dengan politik)," ujar Emil.
Karena itu, ia menegaskan, dirinya menaati aturan dalam bertugas, terutama dalam kaitannya sebagai kepala daerah.
"Apapun yang saya lakukan selalu dengan azas ya," ujarnya.
"Ini soal silaturahmi saja. Orang tua ke anak, anak ke orang tua. Ya tentu kalau anak hajat, orang tua ikut bantuin. Kalau orang tua hajat, anak ikut bantuin," ujar Ma'ruf.
Atas dukungan Emil itu, Ma'ruf pun menargetkan kemenangan di Jabar saat Pilpres 2019 sebesar 70 persen.
"Targetnya itu kalau bisa 70 persen," ujarnya.
Menanggapi target itu, Emil memilih tidak berkomentar. Sebab, ia telah menegaskan pertemuan dengan Ma'ruf bukan dalam konteks politik.
"Saya no comment," ujar Emil seraya tersenyum. (jps/osc)