Hal ini dia simpulkan setelah membandingkan data elektabilitas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat maju sebagai petahana pada Pilpres 2009.
Menurut Fadli, elektabilitas Jokowi saat ini bahkan tak menyentuh angka 60 persen. Sementara, elektabilitas SBY saat maju sebagai petahana berada di atas 60 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan setelah empat bulan masa kampanye, lanjutnya, elektabilitas Jokowi tak meningkat sama sekali, bahkan cenderung menurun.
Debat Kedua
Dalam kesempatan itu, Fadli juga menyebut tak ada persiapan khusus yang dilakukan Prabowo dalam menghadapi Jokowi di debat kedua Pilpres.
Prabowo kata dia, hanya akan menyampaikan fakta dan data terkait tema debat yang mencangkup Infrastruktur, Lingkungan Hidup, Sumber Daya Alam, Air, Energi, dan Ketahanan Pangan.
Lagi pula kata dia, isu-isu tersebut sudah sepenuhnya dikuasai Prabowo.
Sebelumnya, dikutip dari detik.com, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut perbandingan elektabilitas Jokowi dengan SBY saat sama-sama maju sebagai petahana harus didasarkan kesamaan jumlah kompetitor.
Menurutnya, lembaga survei kerap menyimulasikan perhitungan dengan jumlah kandidat lebih dari satu. Hal itu menyebabkan terbaginya angka-angka elektabilitas ke sejumlah pihak, tak cuma kepada dua calon yang berkompetisi di Pilpres.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
"Kita bikin dua ya posisinya; Presiden Joko Widodo 64 persen pada waktu yang lalu, Presiden SBY 50 persen. Artinya Presiden Joko Widodo leading," ia menambahkan.
(tst/arh)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen