Sebelumnya, ibu Sandi, yakni Mien Uno meminta pihak yang menuduh anaknya bersandiwara saat kampanye agar meminta maaf langsung kepada dirinya. Alih-alih meminta maaf, kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli justru menyebut Sandi sebagai 'anak mami'.
"Kalau dikatain anak mami, memang anak mami. Masa anak tetangga," kata Sandi di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (13/2)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi menjelaskan bahwa ibunya kini telah berusia 77 tahun. Dia mengatakan sejak kecil diasuh oleh sang ibu. Saat dewasa, Sandi mengaku senantiasa meminta rida sang ibu sebelum melakukan segala hal.
Menurut Sandi, tudingan tersebut adalah bagian dari konsekuensi yang haru ditanggung dirinya ketika terjun ke politik. Di sisi yang lain, kata Sandi, terjun ke politik juga kesempatan untuk memperjuangkan kepentingan ibu-ibu.
Sandi lantas menyinggung soal ibu-ibu di seluruh Indonesia. Dia mengatakan menjadi cawapres juga bertujuan untuk membahagiakan ibu-ibu di seluruh Indonesia.
"Saya berjuang untuk ibu-ibu di seluruh Indonesia. Saya ingin mereka bahagia gitu," kata Sandi.
Sebelumnya, Sandi dituding bersandiwara saat mengunjungi masyarakat di berbagai daerah oleh kubu pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Misalnya, ketika dirinya dituduh bersandiwara saat berkunjung ke pasar di Sumatera Utara, menemui korban banjir di Makassar, lalu bertemu petani bawang di Jawa Tengah.
Politisi PSI Guntur Romli justru mengkritik Sandi. Kata dia, selama ini Sandi memang bersandiwara saat menemui warga.
"Selama ini Sandiaga Uno memang bermain sandiwara, dari yang katanya diusir, ada yang nangis-nangis, bertemu nelayan yang katanya dipersekusi, bertemu korban banjir yang badannya diolesi lumpur, tempe setipis kartu ATM, dan lain-lain, jadi wajar publik muak dengan sandiwara Sandi," ujar Guntur, Selasa (12/2).
Tapi, kata Guntur, kalau ibunya Sandi tidak mau terima dengan tagline SandiwaraUno, sebaiknya diganti saja dengan 'sandiwara anak mami'
[Gambas:Video CNN] (bmw/ugo)