Foto itu menimbulkan kritik dari berbagai pihak di media sosial lantaran simbol jari itu identik dengan dukungan pada salah satu pasangan calon dalam Pilpres 2019.
Humas Pengadilan Tipikor Jakarta Diah Siti Basariah mengatakan foto yang beredar itu telah diambil sejak tiga bulan lalu di lantai lima gedung Pengadilan Tipikor yang menjadi satu dengan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari keterangan para hakim, pengambilan foto itu dilakukan ketika ada salah satu hakim yang mendapat surat keputusan mutasi ke PN Bengkulu. Sementara terkait gaya dua jari yang diacungkan hakim itu diklaim sebagai bentuk spontanitas tanpa ada yang mengatur.
Dalam foto yang beredar sebelumnya memperlihatkan sembilan hakim yang memakai toga merah. Salah satu di antaranya adalah perempuan dan berjilbab.
Para hakim itu bergaya dengan senyum lebar dan mengacungkan ibu jari dan telunjuk. Bentuk jari itu selama ini identik dengan dukungan pada pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.