Slamet Maarif sedianya akan diperiksa di Polresta Surakarta, namun dibatalkan menyusul rencana aksi demonstrasi oleh sekelompok orang. Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Condro Kirono mengatakan pemeriksaan Slamet Maarif dialihkan ke Mapolda Jawa Tengah karena pertimbangan agar Kota Solo tetap aman dan kondusif.
"Di Polda saja, agar kota Solo kondusif dan aman lah. Kemarin Kapolresta Solo minta dan kita setujui tarik ke Polda. Senin juga nanti di Polda", tutur Condro.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono mengimbau agar tidak ada pengerahan massa saat proses pemeriksaan terhadap Slamet Maarif.
Untuk materi pemeriksaan terhadap Slamet, dikatakan Syahar akan berkaitan dengan dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukannya. Hal itu disebutnya sesuai dengan hasil rekomendasi Bawaslu.
"(Materi pemeriksaan) sesuai dengan sangkaan dugaan pelanggarannya," ujarnya.
"Jadi tidak sekonyong-konyong penyidik menetapkan tersangka, tidak, dan semua bisa dipertanggungjawabkan secara hukum," tutur Syahar.
Syahar menambahkan kepolisian mempersilakan kepada pihak Slamet jika ingin mengajukan keberatan atas penetapan status tersangka tersebut.
"Monggo silakan juga untuk dilakukan keberatan itu, sesuai mekanisme hukum juga," katanya.
Pemeriksaan terhadap Slamet mulanya dijadwalkan pada Rabu (13/2) hari ini, namun Slamet meminta penjadwalan ulang. Pemeriksaan pun akhirnya dijadwalkan pada Senin (18/2) mendatang. (dis/dmr/wis)