Dewi salah satu peserta aksi SP-AMT Pertamina yang mendirikan tenda dan bermalam di seberang Istana. Saat menghadang mobil Jokowi, Dewi satu-satunya peserta aksi yang bisa mendekat ke mobil orang nomor satu di Indonesia itu.
Dewi mengaku menyampaikan keluhan SP-AMT Pertamina langsung kepada Jokowi yang membuka kaca jendela mobilnya saat terhenti di jalan seberang Istana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewi mengatakan Jokowi menyampaikan bakal menyelesaikan tuntutan SP-AMT Pertamina terkait masalah PHK yang dilakukan sepihak oleh PT Pertamina, PT Pertamina Patra Niaga serta PT Elnusa Petrofin.
Tim Advokasi SP-AMT Pertamina, Heri Sugiri mengatakan aksi penghadangan mobil Jokowi dilakukan secara spontan oleh para istri anggota SP-AMT yang sudah menggelar aksi bermalam di seberang Istana selama beberapa hari lalu.
"Hal ini spontan terjadi sehingga iring-iringan pengawalan presiden terhenti," kata Giri dalam keterangan tertulis.
Heri mengatakan di tengah aksi tersebut salah satu istri anggota SP-AMT, Dewi berhasil menembus barisan aparat kepolisian dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Menurut Heri, Dewi pun berhasil mengadukan permasalahan yang tak kunjung selesai kepada Jokowi.
"Ibu dewi sriayanti bisa langsung berbicara kepada presiden dan mencium tangan bapak presiden," ujarnya.
Heri pun menuliskan percakapan yang dilakukan Dewi dengan Jokowi di tengah jalan seberang Istana malam tadi.
Dewi: Pak tolong kami pak, masalah suami kami AMT belum juga selesai pascaketemu bapak. Kami sudah tidak punya apa-apa,anak kami sudah putus sekolah.
Jokowi: Iya sedang proses.
Pramono Anung disebut tidak taat instruksi Jokowi. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga) |
Dewi: Pramono Anung tidak taat instruksi bapak, sampai hari ini tidak ada komunikasi dan realisasi yang baik pak.
Jokowi: Iya saya tahu.
Dewi: Kami ingin bapak yang menyelesaikan, kami tidak percaya perantara-perantara lagi.
Jokowi: Iya akan saya selesaikan secepatnya.
Dewi : Patra Niaga itu ngeyel pak.
Presiden: Iya saya tahu.
Heri mengungkapkan bahwa pihaknya sempat diterima Jokowi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada 31 Januari 2019.
Namun, kata Heri, setelah pertemuan itu tak ada tindak lanjut dari Pramono yang telah diinstruksikan Jokowi mengawal kasus pemecatan AMT Pertamina. Heri berharap setelah aksi ini Jokowi bisa segera menepati janjinya.
"Tetapi komunikasi kami dengan Pramono Anung selaku yang diberikan mandat oleh Presiden tidak terjalin dengan baik, WA dan telepon kami tidak pernah ada tanggapan dari Pramono Anung," ujarnya.
Pramono Anung disebut tidak taat instruksi Jokowi. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)