"Dari apa yang terjadi juga menunjukkan bagaimana militansi pendukung Pak Jokowi semakin kuat, tidak hanya di darat, tapi juga di laut dan udara," kata Hasto dalam konferensi pers di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Jumat (15/2).
Sejak Kamis (14/2), sebagian netizen menggemakan tagar #UninstallBukalapak menyusul cuitan dari CEO Bukalapak Achmad Zaky.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari data yang Zaky kutip, Indonesia hanya memiliki anggaran US$2 miliar atau peringkat 43 di dunia. Di akhir twit, Zaky menambahkan kata 'presiden baru' yang kemudian menyulut kritik dari banyak orang.
Cuitan CEO Buka Lapak (Foto: screenshot Twitter) |
Twit Zaky itu lantas mendapat kecaman dari pendukung petahana. Ia pun sudah menghapus kicauannya yang bermasalah itu dan meminta maaf.
Hasto berkata data yang dikutip oleh Zaky dalam twitnya adalah data lama. Sebagai gantinya, Hasto mengklaim anggaran riset di era pemerintahan Jokowi selalu meningkat.
"Bahkan kami juga mendorong ke depan dibentuk badan riset berskala nasional," kata Hasto.
"Kita ini bangsa timur, namanya orang sudah minta maaf dan klarifikasi," cetus Hasto. (bin/wis)
Cuitan CEO Buka Lapak (Foto: screenshot Twitter)