Pernyataan ini tak lepas dari rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan program dana swakelola ormas dan kelompok masyarakat. Program dana swakelola menjadi sorotan masyarakat karena lewat program tersebut, organisasi kemasyarakatan (ormas) akan diberi dana untuk melakukan pembangunan di kampung.
"Ormas banyak, ada FBR, PP, Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan (FKPPI). Ada juga yang Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah mereka juga termasuk ormas," kata Taufan kepada CNNIndonesia.com, Jumat (15/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya ada 1.000 ormas yang terdaftar sebagai ormas resmi di Jakarta. Namun dari angka itu, hanya ada 350 yang turut aktif melakukan kegiatan.
"Terdaftar itu maksudnya mereka memiliki badan hukum, ada lisensinya dan resmi. Nah mereka statusnya terlapor ke DKI," jelas dia.
"Kalau Bamus itu khusus karena dia adat asli Betawi. Dia juga dapat hibah dari APBD untuk mengembangkan budaya," tutup Taufan.
Anies sempat mengatakan bakal menerbitkan Pergub untuk menjelaskan detail perencanaan hingga pertanggungjawaban anggaran. Peraturan itu masih digodok dan segera dikeluarkan.
Anies mengaku ormas yang menerima dana bukanlah ormas seperti Front Pembela Islam (FPI) atau FBR, melainkan organisasi kemasyarakatan di kampung yang nantinya akan turut bekerja gotong royong untuk mengimplementasikan program di DKI.
"RT, RW, ada ketentuannya. Jadi LMK, karang taruna, PKK itu organisasi kemasyarakatan. Nah ini yang menurut saya," kata Anies di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (15/2). (ctr/osc)