Jokowi Minta Bos Bukalapak Achmad Zaky Lebih Bijak

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 16/02/2019 13:46 WIB
Jokowi Minta Bos Bukalapak Achmad Zaky Lebih Bijak Presiden Joko Widodo menerima CEO Bukalapak Achmad Zaky pada Sabtu (16/2) di Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak terbawa perasaan alias baper karena cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky soal kritik anggaran riset dan pengembangan (research and development/R&D) di Indonesia dan celoteh 'presiden baru' pada beberapa waktu lalu.

Meski begitu, kepala negara meminta Zaky dan semua pihak lebih bijak dan matang dalam bertindak ke depan, termasuk dalam menyampaikan pandangan.

"Tadi sudah bertemu dan saya tidak ada perasaan apa-apa terhadap Mas Zaky, sudah tiap hari bertemu juga. Tapi kita harus bijak dalam bersikap, matang dalam bersikap, dalam setiap peristiwa apapun," ucapnya usai bertemu dengan Zaky di Istana Merdeka, Sabtu (16/2).


Jokowi mengatakan ia tidak marah dengan cuitan Zaky karena memahami maksud kritik bos salah satu perusahaan penyedia wadah transaksi jual beli alias marketplace di Indonesia itu.

Menurutnya, kedua pihak baik pemerintah dan Bukalapak sebagai pemain di tingkat industri sama-sama sepakat bahwa sektor perdagangan elektronik (e-commerce) perlu dikembangkan dengan tunjangan riset yang memadai. Untuk itu, diperlukan alokasi anggaran riset yang cukup.
Jokowi Minta Bos Bukalapak Achmd Zaky Lebih Bijak

Selain itu, perkembangan e-commerce dan marketplace juga perlu didukung karena berdampak kepada para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Tanah Air. Hal ini tak hanya agar inovasi dan kreativitas yang ada di UMKM terserap oleh industri, tapi manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

Apalagi Bukalapak merupakan satu dari empat perusahaan rintisan di Indonesia dengan valuasi senilai US$1 miliar alias unicorn. Selain Bukalapak, ada Gojek, Traveloka, dan Tokopedia yang juga menyandang status unicorn di Indonesia dan Asia Tenggara (ASEAN).

"Kami ingin mendorong UMKM dari offline (toko fisik) supaya masuk ke online, ke sistem marketplace, sehingga harus pula mendorong unicorn Indonesia agar memiliki ruang untuk berkompetisi dengan negara-negara lain," terangnya.

Sebelumnya, Zaky telah bertemu dengan kepala negara untuk meminta maaf secara langsung atas cuitan kritik sekaligus 'presiden baru' tersebut. Zaky bertemu dengan Jokowi pada pagi tadi sekitar pukul 10.30 WIB.

"Secara pribadi saya sampaikan maaf kepada Bapak dan luruskan juga yang kemarin. Terus selanjutnya saya apresiasi tadi kita diskusi banyak mengenai rancangan pemerintah untuk membuat Indonesia maju," ungkap Zaky kepada awak media.

Sementara, pihak Istana Kepresidenan menyampaikan bahwa Jokowi tidak marah dengan cuitan bos Bukalapak itu. "Sama sekali beliau tidak marah," ucap Staf Khusus Presiden Teten Masduki.

Dalam cuitannya, Zaky menilai niat pemerintah ingin mengembangkan program industri 4.0 sulit terwujud bila alokasi anggaran riset terlalu rendah. Bahkan, menurutnya, alokasi anggaran riset Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lain, termasuk para tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Berdasarkan data yang digunakannya, Achmad Zaky menyebut bahwa anggaran riset di Indonesia hanya mencapai US$2 miliar. Sementara Singapura dan Malaysia masing-masing US$10 miliar. Sedangkan Amerika Serikat (AS) mencapai US$511 miliar.

"Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451 B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24 Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin," tulis Zaky beberapa hari yang lalu.

Cuitan itu kemudian dikecam para pendukung Jokowi dengan menggemakan tagar #UninstallBukalapak. Sementara kubu lawan kemudian mengumbar tagar #UninstallJokowi.
(uli/vws)