Cuitan itu kemudian memantik tagar #UninstallBukalapak dan para pendukung Jokowi yang mengungkapkan kemarahan dengan menurunkan rating aplikasi Bukalapak.
Menurut Priyo, cuitan Zaky bukan ketidaksengajaan dan merupakan tanda-tanda alam yang bakal terjadi dan harus diketahui oleh publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Priyo juga menyatakan hal serupa pernah terjadi pada KH Maimoen Zubair, beberapa waktu lalu. Ketika itu kiai sepuh Nahdatul Ulama tersebut menyebut nama Prabowo Subianto dalam doanya, di hadapan Jokowi.
"Dan kejadian ini sudah terulang, disampaikan Kiai Mbah Maimoen Zubair yang mendoakan keluar kata Prabowo," kata Priyo.
"Semua orang meyakini bahwa Zaky tidak bermaksud dan tidak sedang berpolitik. Hanya kemudian gerak alam, yang kemudian dia memencet untuk ada kata-kata 'presiden baru'. Ini mestinya dimaklumi dari kacamata itu. Sehingga saya anjurkan, janganlah dimarahi. Janganlah di-bully," kata dia.
Sekjen Partai Berkarya ini juga meminta agar Zaky tetap bersabar atas persekusi yang menimpanya.
"Saya pesan satu, untuk bersabar, bersabar dan bersabar. Kepada Ahmad Zaky dan Ahmad Dhani sampaikan salam hormat kita dan bersabarlah, hidup masih jalan terus dan insyaallah gusti Allah mboten sare," kata Priyo.
Sebelumnya, Zaky mencuitkan kritikan mengenai dana riset di Indonesia yang tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia atau Singapura. Dalam cuitan yang sama, Zaky juga menyatakan "mudah-mudahan presiden baru bisa menaikkan" dana riset.
Zaky sendiri pada Sabtu (16/2) pagi telah bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, dan meminta maaf.
"Secara pribadi saya sampaikan maaf kepada Bapak dan luruskan juga yang kemarin," kata Zaky seusai pertemuan.
