"Pemimpin yang paling penting itu kejujuran. Pemimpin tertinggi kita tidak teladan soal kejujuran, dia banyak data yang dia klaim saat debat tapi salah dan bohong," kata Direktur Materi dan Debat BPN Sudirman Said saat konferensi pers usai debat.
Sudirman membeberkan contoh kebohongan yang disampaikan Jokowi saat debat capres kedua. Salah satunya, kata dia, saat Jokowi mengklaim hampir tak ada konflik agraria di masa kepemimpinannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konflik agraria di Indonesia mendapat sorotan dari Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA).
Konflik agraria didominasi oleh latar belakang perebutan lahan di sektor perkebunan sebanyak 65,66 ribu hektare, kehutanan 54,06 ribu hektare, pertambangan 49,69 ribu hektare, properti 13 ribu hektare, dan infrastruktur 4.859 hektare.
Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Sudirman Said. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
"Saya kira malam ini dan besok akan bertebaran meme dan komplain data fakta bohong," kata dia.
Sementara itu Koordinator Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak menuding Jokowi sebagai tukang fitnah tanpa data.
Saat debat Jokowi memang sempat mengatakan bahwa Prabowo punya ratusan ribu hektare lahan di Aceh Tengah dan Kalimantan Timur. Prabowo sendiri mengakui hal itu. Dia bahkan menyatakan siap menyerahkan lahan itu kepada negara.
"Itu adalah milik negara jadi setiap saat negara bisa ambil, kembalikan itu semua," kata Prabowo saat debat.
Di sisi lain Dahnil tak merinci atau mengklarifikasi tudingan Jokowi itu. Dia justru menyebut fitnah Jokowi itu bisa membahayakan negara.
"Banyak data Jokowi nuansa fitnah, itu bahaya bagi negara," katanya. (tst/wis)
Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Sudirman Said. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)