Kepala Biro Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi menyampaikan kebakaran hutan dan lahan masih ada di beberapa tempat meskipun pemerintah bisa mengendalikannya.
"Masih ada kebakaran, bukan berarti tidak ada kebakaran sama sekali. Ada kebakaran lahan di beberapa tempat tetapi bisa dikendalikan, jumlahnya tidak seburuk tahun 2015," kata Djati kepada CNNIndonesia.com, Senin (18/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan pihaknya menggunakan parameter pengendalian kebakaran hutan berdasarkan jumlah hotspot. Menurut dia, sejak 2015 hingga 2018, jumlah hotspot menurun drastis.
"Jumlah hotspot itu belum tentu kebakaran. Itu baru indikasi yang dipantau melalui satelit terkait adanya titik panas," ujar Djati.
"Setelah 2015, kita tidak ada klaim dari Singapura, Malaysia. Jumlah hotspot-nya pun jauh berkurang dari 2015," kata Djati.
Petugas BPBD memadamkan api yang membakar lahan gambut dekat permukiman warga di Kota Dumai, Riau, Jumat (8/2/2019). (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid) |
Sementara itu, Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead juga menyebutkan data kebakaran hutan dan lahan selama tiga tahun terakhir. Melalui laman Facebook pribadinya, Nazir menyampaikan jumlah karhutla telah banyak berkurang.
Pada 2015 jumlah karhutla sebanyak 2,6 juta hektare. Sementara pada 2016, jumlahnya menurun di angka 438 ribu hektare. Bahkan pada 2017, jumlahnya makin menurun yaitu 165 ribu hektare. Namun kembali bertambah pada 2018 yaitu 510 ribu hektare karena kemarau panjang.
"Karhutla bisa ditangani dalam waktu singkat berkat upaya satgas gabungan TNI/Polri, BNPB/BPBD, Manggala Agni dan masyarakat dibantu dunia usaha," ujar Nazir.
Saat debat capres kedua pada Minggu (17/2), capres petahana Jokowi menyatakan tidak ada kebakaran hutan dan lahan selama tiga tahun terakhir. Meski demikian, Jokowi merevisi ucapannya bahwa pemerintah bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan.
"Dalam tiga tahun ini tidak terjadi kebakaran lahan, hutan, kebakaran lahan gambut, dan itu adalah kerja keras kita semuanya," kata Jokowi di lokasi debat, Hotel Sultan, Jakarta.
Pada debat kedua kemarin, tema debat yang diangkat adalah infrastruktur, pangan, energi, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Debat tersebut hanya diikuti oleh kedua capres, Jokowi dan Prabowo.
