"Hasil survei di Jakarta menunjukkan kepuasan terhadap kinerja pemerintah berkisar di angka 57 hingga 63 persen," ujar Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta, Senin (17/2).
Survei dilakukan Y-Publica pada 800 responden di Jakarta yang dipilih secara acak bertingkat. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka pada responden terpilih menggunakan kuesioner pada 21-30 Januari 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudi mengatakan berdasarkan survei di wilayah Jakarta, kepuasan tertinggi umumnya berada di bidang hubungan luar negeri dan pendidikan. Namun dari hasil survei secara nasional maupun Jakarta, sama-sama menunjukkan rendahnya kepuasan masyarakat terhadap pemerintah di bidang penciptaan lapangan kerja dan kebutuhan dasar.
Di wilayah Jakarta Timur, kepuasan tertinggi di bidang hubungan luar negeri mencapai 75,4 persen disusul pendidikan 74,9 persen, dan infrastruktur 72,6 persen.
Sementara di wilayah Jakarta Selatan, Pusat, Barat, dan Utara kepuasan di bidang pendidikan berada di kisaran 75 hingga 76 persen. Sedangkan pembangunan infrastruktur sekitar 70 sampai 75 persen.
"Kepuasan terhadap pembangunan infrastruktur cenderung di urutan atas karena memang pembangunannya selama ini banyak terkonsentrasi di ibu kota," katanya.
Selain itu kepuasan di bidang pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat juga cenderung tinggi lantaran sebagai ibu kota, Jakarta memiliki fasilitas pendidikan dan kesehatan yang lebih baik.
Angka kepuasaan pemerintah Jokowi yang berkisar 5-60 persen berbeda dengan hasil survei pada tahun 2017, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Jokowi-JK mencapai 68,3 persen, Naik dari 66,5 persen pada 2016.
[Gambas:Video CNN] (ugo/psp)