Rekaman video adu sorak antar pendukung Jokowi dan Prabowo diunggah Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief di akun twitternya, @AndiArief_.
Video berdurasi 56 detik itu merekam suasana di kursi tamu undangan yang riuh dengan sorakan. Tampak para pendukung Jokowi bersorak 'Tukang Bohong' berulang kali. Aksi tersebut direspons pendukung Prabowo dengan balik bersorak 'Raja Utang' berkali-kali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pendukung Prabowo Subianto di arena debat capres kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2). (REUTERS/Willy Kurniawan) |
Dia tak merinci pada segmen berapa saling sorak terjadi. Namun Ferdinand mengungkapkan aksi saling sorak itu berlangsung hampir sepanjang debat.
[Gambas:Twitter]
"Prabowo dan Jokowi saat itu masih di panggung, mau menuju ruang belakang untuk break. Menjelang masuk, kan, masih boleh yel yel, itu terjadi lagi. Itu terjadi sepanjang acara," ujar Ferdinand.
Debat capres kedua pada Minggu (17/2) lalu digelar di Hotel Sultan, Jakarta, dengan mengusung tema seputar energi, sumber daya alam, infrastruktur, pangan, dan lingkungan hidup.
KPU selaku penyelenggara debat membatasi jumlah pendukung yang menyaksikan langsung di lokasi debat hanya sebanyak 600 orang. Masing-masing kandidat mendapat 140 undangan. Selebihnya diisi undangan dari KPU.
Pendukung Jokowi di arena debat capres kedua di Hotel Sultan Jakarta. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Mereka (Bawaslu dan KPU) diam saja. Kita menyayangkan itu. Menurut saya penurunan kualitas demokrasi," ujar Ferdinand.
BPN Prabowo-Sandi menilai ucapan Jokowi itu melanggar tata tertib debat karena menyerang Prabowo secara personal. Di ruang debat, BPN juga langsung melayangkan protes kepada KPU dan Bawaslu.
Aksi tersebut sempat memicu sedikit kericuhan. Bahkan dalam rekaman video Andi Arief, terlihat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mendatangi sejumlah anggota BPN yang sedang melayangkan protes kepada KPU dan Bawaslu terkait pernyataan Jokowi itu.
Berkaca dari kejadian-kejadian itu Ferdinand meminta KPU bisa lebih adil dalam menerapkan aturan dalam debat berikutnya.
"Kami berharap KPU sebagai regulator bersikap adil terhadap semua dan memastikan aturan berjalan. Jangan kayak kemarin ada serangan pribadi. KPU harus lebih tegas dan berwibawa," tutur Ferdinand. (wis)
Para pendukung Prabowo Subianto di arena debat capres kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2). (REUTERS/Willy Kurniawan)
Pendukung Jokowi di arena debat capres kedua di Hotel Sultan Jakarta. (CNN Indonesia/Hesti Rika)