Tjahjo menyebut pengumpulan para pejabat desa dalam rangka mempersiapkan mereka untuk melaksanakan program Presiden Joko Widodo.
"Agar kepala desa secara optimal mampu merencanakan program desa, menyusun laporan pembangunan, dan keuangan desa. Serta mampu melaksanakan program desa yang oleh Bapak Presiden Jokowi sangat perhatian sekali," kata Tjahjo dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (19/2) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selian itu, Tjahjo menyebut program itu sebagai komitmen Jokowi membangun Indonesia dari perdesaan. Apalagi dengan jumlahnya yang meningkat setiap tahun.
Seperti diklaim Jokowi pada debat capres kedua, Minggu (17/2) malam, uang tersebut di antaranya digunakan untuk membangun 58 ribu unit irigasi dan 191 ribu kilometer jalan.
"Program dana desa yang berkelanjutan merupakan program prioritas dan gagasan Bapak Presiden Jokowi yang harus sukses," kata Tjahjo.
Namun demikian, belakangan klaim Jokowi tersebut direspons kubu Prabowo-Sandiaga selaku penantantang di Pilpres 2019.
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Suhendra Ratu Prawiranegara, mengaku kaget dengan pernyataan capres petahana tersebut.
Menurut Suhendra angka capaian yang diklaim Jokowi ini patut dipertanyakan keabsahan dan validitasnya. Sebab, kata dia, jalan desa itu berada di wilayah kabupaten, sementara panjang jalan kabupaten dan kota di seluruh Indonesia saat ini dalam kisaran 437.000 kilometer.
"Jujur kami kaget dan terheran-heran. Saya pakai istilah ini untuk mengkritisi data yang beliau sampaikan tentang jalan desa," kata Suhendra di Jakarta, Selasa (19/2).
Suhendra kemudian menjelaskan total jalan di Indonesia sejak awal tahun 1950-an hingga saat ini kisarannya mencapai 530.000 kilometer.
[Gambas:Video CNN] (dhf/ain)