Hal itu disampaikan Eva untuk merespons Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo yang menyatakan keuntungan finansial dari pengelolaan lahan milik Prabowo itu pernah digunakan sebagai biaya modal kampanye Jokowi-Ahok di Pilgub DKI 2012 lalu.
Eva mengatakan bahwa isi kampanye-kampanye Jokowi-Ahok, termasuk lewat iklan, kala itu turut mengampanyekan citra diri Prabowo guna memanfaatkan momentum politik Pilgub DKI 2012.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soal biaya kampanye Pilkada 2012 kan kesepakatan, lagian kan habis untuk biaya iklan tentang Pak Prabowo sendiri zaman itu. Jadi penerima manfaat terbesar ya Pak Prabowo," kata dia.
Sebabnya, kata dia, Prabowo telah memiliki lahan yang sangat luas yang menyebabkan indeks gini ratio penguasaan tanah di Indonesia tak adil bagi masyarakat. Padahal Prabowo selalu menegaskan keresahannya terhadap kesenjangan di Indonesia, salah satunya soal penguasaan lahan. Prabowo selalu menyebut hanya 1 persen saja orang Indonesia yang menguasai lahan.
"Pak Prabowo nggak legitimate menyoal lagi, karena dia bagian dari persoalan. Jadi bagusnya malah mendukung kebijakan land reform Pak Jokowi, bukan malah lempar batu sembunyi tangan padahal batu yang lain masih di tangan," kata dia (rzr/osc)