Hal tersebut disampaikan Luhut saat dimintai pandangannya terkait langkah JK yang kerap mengkritik pemerintah dalam beberapa waktu terakhir.
Bahkan, Luhut mengaku, dirinya bertemu dengan JK dan Jokowi sambil tertawa dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu (20/2)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai kritik-kritik yang kerap dilemparkan oleh JK terhadap pemerintah dalam beberapa waktu terakhir hal yang biasa. Luhut mengibaratkan hubungan antara JK dan Jokowi seperti hubungan sepasang suami istri yang kerap terjadi pertengkaran.
"Kamu sudah kawin belum? Kamu dengan istrimu terus-terusan setuju? Enggak, kan. Saya sudah 48 tahun kawin sama istri saya ya bertengkar-tengkar juga tapi ya 48 tahun juga. Jadi biasalah kalau ada ya," ujarnya.
Namun ada juga pihak yang menganggap kritikan JK ini tak elok lantaran Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin ini masih menjadi bagian dari pemerintah saat ini.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (CNN Indonesia/Harvey Darian) |
Lihat juga:JK: Saya Kasih Tanah ke Prabowo |
"Saya kalau menganggap sesuatu tidak sesuai ya saya ngomong. Tapi dalam konteksnya perhatikan," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (19/2).
Kritik pengerjaan LRT itu, menurut JK, bukan disampaikan dalam rapat internal pemerintah melainkan di hadapan konsultan proyek. Ia saat itu meminta agar para konsultan bersikap objektif dalam menggarap proyek bernilai triliunan itu.
"Saya sampaikan semua konsultan harus berpikir jernih, jangan membiarkan over invest dari yang tidak seharusnya," katanya. (mts/wis)
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (CNN Indonesia/Harvey Darian)