Dukung Jokowi, Gubernur Riau Disebut Belum Izin PKS dan PAN

CNN Indonesia | Kamis, 21/02/2019 16:57 WIB
Dukung Jokowi, Gubernur Riau Disebut Belum Izin PKS dan PAN gubernur dan wakil gubernur Riau, Syamsuar-Edy Natar. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menyebut Gubernur Riau, Syamsuar belum pernah meminta izin dan persetujuan PKS dan PAN sebagai parpol pengusungnya di Pilgub Riau soal dukungan bagi Joko Widodo di Pilpres 2019.

Hidayat mengatakan pilihan Syamsuar untuk mendukung Jokowi di Pilpres merupakan keputusan pribadi.

"Dia [Syamsuar] juga tidak pernah meminta persetujuan PKS dan Gerindra untuk kemudian memberikan dukungan ke pak Jokowi dan pak Ma'ruf. Itu adalah sikap dia pribadi," kata Hidayat saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/2).


Hidayat menyatakan PKS dan PAN sudah mewanti-wanti agar Syamsuar tak mendukung pasangan capres-cawapres selain Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang diusung oleh koalisi PKS dan PAN.

"Dan pastilah kami ketika dahulu mendukung tidak dalam posisi untuk kemudian dalam mendukung beliau untuk memberikan dukungan pada capres di luar yang diusung PKS dan Gerindra," kata dia.
Hidayat juga mengatakan Syamsuar tak memiliki kewenangan untuk mengarahkan pilihan politik masyarakat Riau dalam Pilpres 2019. Sebab, kata dia, jabatan gubernur seharusnya dapat menjalankan kewenangannya sebagai pejabat negara yang adil.

Ia meminta Syamsuar tidak menyalahgunakan wewenang dan jabatannya sebagai gubernur untuk kepentingan politik di Pilpres.

"Jangan berlaku tidak adil, jangan kemudian mengarah-arahkan pada pilihan politik yang sesungguhnya belum tentu pilihan rakyat," kata dia.
Dukung Jokowi, Gubernur Riau Disebut Belum Izin PKS dan PANHidayat Nur Wahid. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Selain itu, Hidayat turut menyinggung pasangan Prabowo-Sandiaga yang tak pernah membebankan kepada kepala daerah yang diusung oleh parpol Koalisi Adil Makmur untuk menjadi timses di Pilpres.

Kata dia, Prabowo kerap menyatakan agar kepala daerah tetap menjalankan kewajibannya untuk menjaga ketentraman dan keadilan dalam proses Pemilu 2019 di wilayahnya masing-masing.

"Yang dilakukan Pak Prabowo dan Pak Sandi adalah tidak membebani calon gubernur PKS dan Gerindra untuk menjadi timses Prabowo dan Sandi, sehingga kemudian pak Anies [Baswedan] tidak. Pak Irwan Prayitno juga bukan timses," kata dia.
Syamsuar, sebelumnya berharap Jokowi bisa memimpin Indonesia untuk dua periode. Syamsuar yang berpasangan dengan Edy Natar Nasution dalam pemilihan gubernur Riau 2018 diusung oleh PAN, PKS, dan NasDem.

Dua partai pengusung Syamsuar, yakni PAN dan PKS merupakan partai pengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.
[Gambas:Video CNN] (rzr/ugo)