"[Subsidi tarif MRT] itu subsidi konsumtif ya. Saya kira enggak bermanfaat juga. Subsidi harus bersifat produktif yang berdampak beberapa tahun kemudian ada manfaatnya," kata dia, saat dihubungi, Kamis (21/2).
Lihat juga:Harapan Gubernur Anies Soal MRT Jakarta |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan kebijakan itu dibuat waktu mau ada pemilihan gubernur supaya kepilih lagi. Ke depan, pemerintah enggak boleh begitu karena menyebabkan kepincangan fiskal," jelas Santoso.
Lihat juga:Tarif MRT Bakal Dibagi Tiga Zona |
"Misal harga [tiket]-nya Rp18 ribu, ya subsidi harus di bawah yang orang bayarkan. Misal orang bayar Rp10 ribu, nah pemerintahnya subsidi Rp8ribu, jangan kebalik," jelas Santoso.
"Karena tidak semua rakyat pakai subsidi ini. Ada yang naik MRT ada yang tidak. Saya selaku dewan menginginkan subsidi itu jangan sampai lebih dari 100 persen dari yang rakyat bayarkan," lanjut dia.
Lihat juga:Timbang-timbang Rencana Tarif MRT Rp8.500 |
Rencananya, MRT bakal mulai aktif digunakan masyarakat pada akhir Maret 2019. Rute pada MRT fase pertama ini ialah Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia.
[Gambas:Video CNN] (ctr/arh)