Menurutnya, Indonesia dengan penduduk yang mencapai dua ratus juta jiwa tak bisa dipimpin oleh presiden yang asal-asalan dalam mengucapkan validitas data.
"Saya kira presiden macam apa kayak gitu? Jadi kayak main-main dan amatiran, Indonesia dengan 265 juta pendudukan enggak bisa dipimpin oleh presiden yang asal dan amatiran," kata Fadli saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu adalah cara berpikir seenaknya, hanya Pak Jokowi, harusnya bisa menjelaskan begini lho hitungannya, begini cara hitungnya, bukan disuruh berhitung sendiri," kata dia.
Ia menyatakan Jokowi membuat pernyataan yang ngawur karena tak mengambil data yang akurat soal panjang ukuran jalan tersebut.
"Itu pernyataan yang ngasal dan ngawur. Kalau orang dibolehkan untuk berbohong, atau mengambil data yang tidak akurat, saya kira rusak negeri ini. Karena bisa seenaknya," kata dia.
Jokowi mempersilakan pihak yang menyangsikan pembangunan jalan desa dengan total mencapai 191 ribu kilometer, untuk menghitungnya sendiri.
"Silakan hitung sendiri. Wong, satu desa ngerjain 600 meter, pendek banget," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada peserta Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2019, di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Rabu (20/2).
[Gambas:Video CNN] (ugo/rzr)