Diketahui, Neno membacakan puisi yang sebagian isinya adalah meminta kemenangan dalam Pilpres nanti. Isinya adalah:
"... Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan. Kami khawatir ya Allah. Kami khawatir ya Allah tak ada lagi yang menyembah-Mu..."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ingat, Tuhan yang kita sembah adalah Allah SWT. Bukan Pilpres," kata Robikin dalam keterangannya, Sabtu (23/2).
Dia menuturkan Neno agar tak mengukur kadar keimanan orang lain dengan memakai ukuran sendiri.
"Tak usah berusaha mengukur kadar keimanan orang. Apalagi masih terbiasa ukur baju orang lain dengan yang dikenakan sendiri."
Dalam puisi tersebut, Neno menyebut kata mujahid dan mujahidah yang secara umum berarti pejuang dalam peperangan. Di bawah ini sebagian cuplikannya
"... Puisi munajat ini kubaca bersama saudara-saudaraku
Mujahid mujahidah yang datang berbondong-bondong dari segala arah
Maka inilah puisi munajat
Mengetuk-ngetuk pintu langit-Mu
Bersimpuh di pelataran keprihatinan ..."
[Gambas:Video CNN]
(asa/asa)