Zulkifli Hasan Siap Jadi Jaminan Ahmad Dhani

CNN Indonesia | Sabtu, 23/02/2019 18:44 WIB
Zulkifli Hasan Siap Jadi Jaminan Ahmad Dhani Ketua MPR, Zulkifli Hasan, siap menjadi jaminan untuk penangguhan penahanan terdakwa kasus pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot', Ahmad Dhani Prasetyo. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan, mengaku siap menjadi jaminan untuk penangguhan penahanan terdakwa kasus pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot', Ahmad Dhani.

"Saya siap untuk menjamin. Kalau memang diperlukan agar Dhani bisa penangguhan penahanan," kata Zulkifli di Rutan Klas 1 Surabaya, Medaeng, Sidoarjo, Sabtu (23/2).

Zulkifli yang datang mengenakan baret ungu dengan didampingi sejumlah anggota Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) itu menegaskan pentolan band Dewa 19 itu adalah pejuang.


Sementara itu, salah satu kuasa hukum Dhani, Zahid, mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan penangguhan itu ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Dalam permohonan itu, ada sejumlah pihak yang menjamin penangguhan Dhani, di antaranya Prabowo Subianto, Fadli Zon, dan Fahri Hamzah. 

"Penangguhannya, sebagai penjamin ada, Pak Prabowo, Bang Fadli Zon, dan Pak Fahri Hamzah, dan pihak keluarga, sudah kita ajukan ke PT kemarin sudah masuk," kata Zahid saat dikonfirmasi, Sabtu. 
Ia yakin kliennya itu memang layak mendapatkan penangguhan penahanan karena penjamin berani menjamin Dhani tak akan lari dari proses hukum.

"Karena layak enggak layaknya itu kan kalau memang ada penjamin, dan menjamin (Dhani) tidak akan kemana-mana, ya layak dikabulkan," ujar dia. 

Dhani sendiri kini tengah menjalani penahanan selama 30 hari, berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta.

Dalam perkara pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot' ini, Dhani didakwa dengan Pasal 45 Ayat 3 juncto Pasal 27 Ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang UU ITE. 
Kasus ini bermula ketika Dhani membuat vlog yang bermuatan ucapan 'idiot' saat ia berencana menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, 26 Agustus 2018 silam.

Dhani kemudian dilaporkan oleh aktivis Koalisi Bela NKRI ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Pelapor merupakan salah satu elemen yang berdemo menolak deklarasi #2019GantiPresiden.

Kini, pelantun lagu Laskar Cinta itu tengah menjalani masa pemindahan penahanan sementara di Rutan Klas 1 Surabaya, Medaeng, Sidoarjo.

Ia akan tetap mendekam di Rutan Medaeng tersebut hingga perkara pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot' tuntas dipersidangkan. (frd/has)