BPN menilai kubu sebelah sengaja mengaitkan puisi tersebut dengan kontestasi politik pilpres 2019.
Juru Bicara BPN Andre Rosiade menegaskan puisi yang dibacakan oleh Neno Warisman adalah penggalan doa Nabi Muhammad SAW dalam Perang Badar. Ia meminta masyarakat tidak menghubungkan puisi tersebut dengan kontestasi politik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari kontroversi yang beredar, Andre menilai tindakan Neno tersebut adalah wajar karena pusinya yang merupakan penggalan doa itu disampaikan dalam acara keagamaan.
"Mbak Neno membacakan puisi yang memenggal doa Nabi Muhammad di Perang Badar. Saya rasa dalam acara keumatan tidak ada yang masalah," tuturnya.
Ia pun berpesan kepada kubu Jokowi-Ma'ruf untuk tidak memperkeruh suasana Pilpres 2019 dengan dengan melakukan praktik demokrasi tidak sehat.
Sebelumnya, Neno membacakan puisi yang sebagian isinya adalah meminta kemenangan dalam Pilpres nanti. Berikut penggalan puisi Neno Warisman yang dibacakan dalam Malam Munajat 212:
"...Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan. Kami khawatir ya Allah. Kami khawatir ya Allah tak ada lagi yang menyembah-Mu...".
CNNIndonesia.com sudah mencoba menghubungi Neno Warisman. Namun penyanyi dan bintang film era 80-an itu masih belum merespons soal doanya yang sudah viral tersebut.