Bawaslu Buka Pintu Panggil Zulhas soal Orasi di Munajat 212

CNN Indonesia | Minggu, 24/02/2019 00:55 WIB
Bawaslu Buka Pintu Panggil Zulhas soal Orasi di Munajat 212 Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan pengusutan terhadap dugaan pelanggaran kampanye pada pelaksanaan Malam Munajat 212 di Monas pada Kamis (21/2) lalu.

Namun, yang jelas pihaknya juga akan memanggil sejumlah sejumlah tokoh politik yang hadir dalam malam Munajat 212.

Diketahui, salah satu tokoh politik yang hadir dan menjadi sorotan adalah Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Apalagi dia sempat berorasi yang diduga mengandung unsur kampanye.


Bagja mengatakan pemanggilan terhadap tokoh-tokoh politik yang hadir sangat penting karena Bawaslu perlu mendengarkan penjelasan lebih dalam.

"Jangan sampai kita tidak mendengarkan dari yang bersangkutan," kata Bagja saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (23/2).

Meski demikian Bawaslu belum memutuskan siapa saja yang akan dipanggil terkait dugaan pelanggaran kampanye itu. Sebab Bawaslu DKI masih melakukan pengkajian terkait dugaan kampanye ini.

Selain itu, ia menyampaikan sampai saat ini Bawaslu DKI juga masih mengumpulkan data-data yang ada. Sejauh ini Bawaslu masih menelisik kalimat-kalimat dalam orasi dan doa-doa yang disampaikan beberapa tokoh, termasuk politikus, dalam Munajat 212.

"Kitu tunggu kajian teman-teman DKI untuk selanjutnya disampaikan ke teman-teman semua," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu DKI Burhanuddin mengatakan saat ini pihaknya sedang menelusuri dugaan pelanggaran pemilu dalam acara Munajat 212. Salah satunya mengusut orasi politik Zulhas.

"Ya (mengusut pidato Zulhas), makanya masih mengumpulkan bukti-bukti semua terkait pengawasan, apakah ada pidato yang mengarah ke kampanye, misalnya," ujar Burhan, Jumat (22/2).

Gelaran Malam Munajat 212 jadi sorotan karena diduga jadi kampanye terselubung pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandi. Beberapa tokoh dari kubu BPN Prabowo-Sandi terlihat hadir, seperti Fadli Zon, Zulkifli Hasan, dan Titiek Soeharto.

Yang menjadi sorotan adalah Zulhas. Pada gelaran itu, dalam orasinya Zulhas sempat mengajak massa untuk meneriakkan nomor dua saat ia menyebut kata presiden.

"Pemilihan menentukan nasib kita, nasib Indonesia. Persatuan nomor 1, Soal Presiden?," teriak Zulhas.

"Nomor 2!" ucap peserta aksi menyambut seruan Zulhas.

Pertanyaan itu dilontarkan Zulhas sampai tiga kali dan dijawab tiga kali juga oleh hadirin. (ani/osc)