Diketahui, rencana pidato tersebut sempat disindir kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. BPN menilai langkah Jokowi pidato kebangsaan meniru Prabowo.
"Enggak, yang suka niru bukan kita kok. Saya rasa ini konvensi kebangsaan, di situ ada konvensi rakyat, optimis Indonesia maju, saya rasa beda," ujar Erick di Jakarta, Sabtu (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erick mengatakan salah satu program yang bakal disampaikan adalah terkait dengan Sumber Daya Manusia.
Selain itu, Erick juga memamerkan kinerja pemerintah di bawah pimpinan Jokowi. Saat ini, kata Erick, dari segi SDM pemerintah telah membuka 10,4 juta pekerjaan.
"Menarik itu akan terus ditingkatkan, dipersiapkan. Jangan sampai nanti kita ribut2 2019, 2024 ke atas kita tidak siap atas perubahan yang terjadi di dunia," ujarnya.
"Karena kita harus mempersiapkan hampir 104 juta lapangan kerja, di mana 37 juta milenials, 67 juta switching jobs," katanya.
Sebelumnya Juru Bicara BPN Andre Rosiade menyindir pidato kebangsaan yang akan dilakukan Jokowi. Menurut dia, Jokowi mengikuti langkah Prabowo yang sudah menggelar pidato kebangsaan terlebih dahulu.
[Gambas:Video CNN] (sah/osc)