Dia bercerita tentang bagaimana posisinya dengan Jokowi berbalik saat ini. Dulu, kenang Luhut, Jokowi sempat datang ke kantornya.
Saat datang, mantan Wali Kota Solo itu harus terlebih dahulu menunggunya selesai rapat baru bisa menemui Luhut. Namun kondisi saat ini berbalik. Luhut kini yang harus menunggu Jokowi selesai rapat jika ingin bertemu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku tidak iri dengan jabatan Jokowi saat ini. Menurutnya hal itu adalah misteri kehidupan, dan sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
"Ya kita harus terima juga itu, kalau sekarang tiba-tiba beliau naik, ya yang lain terima, hormatlah. Ya saya kan bintang empat, jenderal, gagah, duit punya, apa lagi?" ujar Luhut berkelakar.
Terkait dengan tuduhan PKI, kata Luhut, Jokowi sempat bercerita kepadanya mengenai hal ini. Jokowi mengaku heran tuduhan itu dilayangkan kepadanya. Pasalnya waktu Gerakan 30 September PKI 1965, Jokowi masih berusia empat tahun.
"Dia pernah ketemu sama saya itu di mobil, duh gila. (Kata Jokowi) 'saya ini kan waktu PKI ada baru empat tahun, kapan saya PKI-nya? Saya PKI balita dong,'," kata Luhut sambil mengutip pernyataan Jokowi.
Selain kedekatannya dengan Jokowi, ia pun sedikit menyinggung soal kedekatannya dengan Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto. Ia mengaku lebih kenal dekat dengan Prabowo ketimbang Jokowi.
"Saya dua-dua pasangan ini saya kenal baik, saya jujur lebih kenal yang sebelah (Prabowo) sana daripada Pak Jokowi," kata Luhut.
Di dunia politik, Luhut maupun Prabowo pun sama-sama masuk Partai Golkar. Bedanya, Luhut masih di Golkar hingga kini, sementara Prabowo keluar dan membentuk Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada 2008.
Atas kedekatannya itu, Luhut mengatakan dirinya masih sering bertemu dengan Prabowo untuk saling diskusi dan makan bersama. Ia bahkan sempat berbicara kepada Prabowo soal pencalonannya di Pilpres 2019 setahun lalu. Ia mempersilakan Prabowo maju capres, asalkan tidak membawa isu agama.
"Saya bilang maju saja, hajar saja maju, tapi jangan gunakan agama, karena itu sangat personal," kata Luhut. (sah/osc)