Awali Pidato, Jokowi Kenang Masa Kecil hingga Peran Istri

CNN Indonesia | Minggu, 24/02/2019 20:20 WIB
Jokowi mengungkap peran penting perempuan untuk keluarga, bangsa dan negara. Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Dok. Biro Pers Setpres/Kris)
Bogor, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) mengawali pidato kebangsaannya di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Minggu (24/2) dengan mengungkap kisah kecilnya yang bahagia. Jokowi juga menceritakan bagaimana istri berperan dalam perjalanan kariernya.

"Saya lahir dan tumbuh dari keluarga yang sangat sederhana, bapak saya pernah jualan bambu dan kayu di sebuah pasar, pasar gilingan Solo," kata Jokowi yang tampil dengan mengenakan kemeja putih.

Jokowi mengatakan dirinya melalui masa kecil yang penuh dengan kegembiraan. Dia juga mengenang saat belajar dan bermain di tepi sungai.


"Namun keluarga kami selalu dihantui ketakutan, tidak bisa berobat ketika sakit, dihantui tak bisa sekolah. Saya bertekad rakyat Indonesia harus bebas dari ketakutan itu," kata Jokowi menambahkan.


Usai berbagi masa kecil bahagianya itu, Jokowi kemudian menyinggung peran istrinya dalam perjalan karier. Jokowi mengaku, saat dirinya bekerja di Aceh, istrinya berperan penting dalam kariernya.

"Saya yakin, perempuan-perempuan di Indonesia memiliki peranan yang sangat menentukan bagi keluarga, bagi masyarakat dan bagi bangsa dan negara Indonesia," ujarnya.

Selepas tiga tahun bekerja di Aceh, Jokowi juga mengenang masa berwirausaha di Solo. Saat itu, kata dia, merasakan betapa sulitnya mengurus perizinan.

"Saya tidak ingin pengusaha kecil mengalami seperti saya, saya ingin memiliki kesempatan yang sama untuk maju. Asalkan kita mau bekerja keras dan karena itu panggilan untuk berbuat lebih banyak lagi saya masuk dunia politik dan jadi wali kota," kata dia.

Seperti diketahui, Konvensi Rakyat dihadiri ribuan relawan yang memenuhi lokasi acara. Tak jarang juga para relawan membawa anak-anak. Dalam acara tersebut, nampak Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menpora Imam Nahrawi, juga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi,


Sebelumnya, Direktur Penggalangan Pemilih Muda TKN Bahlil Lahadalia mengatakan konvensi rakyat yang digelar TKN berbeda dengan pidato kebangsaan yang dilakukan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Bahlil menegaskan dalam konvensi itu Jokowi bakal menyampaikan gagasan faktual yang berorientasi pada rakyat, terukur, dan membangun optimisme

"Jadi kalau saya lihat perbedaannya di sana. Jadi otomatis berbeda Pak Jokowi dengan Pak Prabowo," ujar Bahlil.

(fra/ain)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK