Dalam pidatonya, Wiranto membahas segala hal tentang Joko Widodo hingga mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah bus yang besar.
"Pak Wiranto membayangkan ya bahwa kalau kita ibaratkan Indonesia sebagai satu bus, bus raksasa," kata Wiranto di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (24/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu di tengah capaian bus Indonesia, ada yang harus disinggahi untuk mengganti sopir lewat Pilpres pada 17 April 2019.
"Bus Indonesia mau ganti sopir untuk menuju sasaran berikutnya, tujuan berikutnya, pembangunan berikutnya," kata Wiranto.
"Saya tanya sekarang naik bus, pilih sopir berpengalaman atau sopir bemo?" tanya Wiranto.
"Yang pilih sopir bemo angkat tangan. Pilih sopir bus dengan sim b2 (sim khusus pengemudi bus) angkat tangan?" tanya Wiranto lagi.
"Pilih sopir bus," jawab peserta deklarasi yang diiringi gemuruh tepuk tangan.
Wiranto menambahkan memilih sopir atau pemimpin harus dilihat dari pengalaman dan prestasi. Memilih sopir, kata Witanto juga harus yang waras dan tidak mabok.
"Harus pilih sopir bus yang tidak mabok, yang waras, mana angkat tangannya. Sopir waras angkat tangan. Gitu aja kok susah," kata Wiranto. (ryh/osc)