Pernyataan Tjahjo merespons rekomendasi Bawaslu Jawa Tengah kepada Kemendagri untuk memberikan sanksi kepada 35 kepala daerah karena dianggap tidak netral dan melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah terjerat kasus yang sama. Ia pernah mengikuti Konferensi Nasional (Konfernas) Partai Gerindra pada 17 Desember 2018. Bahkan, Anies sempat mengacungkan pose dua jari tanda dukungan khas Prabowo-Sandi.
Gubernur Jateng yang merupakan kader PDIP Ganjar Pranowo. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Dalam kasus 35 kepala daerah di Jawa Tengah, Tjahjo menilai kegiatan mereka sudah sesuai aturan hukum. Seluruh kepala daerah yang ikut dalam deklarasi itu, katanya, sedang libur dan dalam masa cuti.
Lebih lanjut, dia belum berencana memanggil Ganjar dan 34 kepala daerah lainnya sesuai rekomendasi Bawaslu Jateng.
Sebelumnya, Bawaslu Jateng memutus 35 kepala daerah di Jawa Tengah tidak melanggar aturan kampanye dalam deklarasi dukungan pada Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Bawaslu Jateng hanya menyebut para kepala daerah itu melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah terkait netralitas. Mereka meminta Kemendagri untuk menjatuhkan sanksi.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan divonis tak bersalah dalam kasus dugaan pelanggaran kampanye. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Yang berhak menentukan itu Mendagri, lho kok sampeyan (Bawaslu Jateng) sudah menghukum saya. Wong nyidang saya belum kok. Terpaksa saya menganalisis sendiri karena semua orang bertanya, seolah-olah hari ini saya ini melanggar," katanya, di Semarang, seperti dikutip Antara, Minggu (24/2) malam.
"Hari ini Bawaslu offside," ucapnya.
[Gambas:Video CNN] (dhf/arh)
Gubernur Jateng yang merupakan kader PDIP Ganjar Pranowo. (
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan divonis tak bersalah dalam kasus dugaan pelanggaran kampanye. (