Penolakan ini dibenarkan oleh Ketua Umum FBR Luthfi Hasan.
"Betul. Kami menolak saja, memang enggak boleh," kata Luthfi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (26/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PKS dan Gerindra menyetujui dua nama menjadi Wakil Gubernur DKI yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.
"Kami belum kenal, karena itu saya juga enggan berkomentar soal keduanya," kata Luthfi.
"Saya kira calon yang bisa dikenal masyarakat ke depan meskipun ini bukan lagi pilkada langsung. Setidaknya masyarakat kenal. Kita juga perlu mengawasi," tutup dia.
Dua nama cawagub sudah disepakati Gerindra dan PKS. Namun dua nama itu hingga kini belum diterima oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Nantinya nama itu akan dibawa ke rapat paripurna DPRD DKI.
Kursi wakil gubernur untuk menggantikan Sandiaga Uno kosong sejak Agustus 2018 setelah Sandiaga memutuskan maju dalam pemilihan presiden 2019 menjadi wakil Prabowo Subianto. Dua partai politik pengusung Anies-Sandi di Pilgub DKI 2017, yakni PKS dan Gerindra berhak mendapatkan jatah untuk mengisi kursi wakil gubernur yang kosong itu.
[Gambas:Video CNN] (ugo/ctr)